MA'NA AL-GHADHAB DAN RELEVANSINYA BAGI PENGENDALIAN DIRI DALAM AL-QURAN (STUDI ANALISIS TAFSIR MUNIR KARYA WAHHAB AL-ZUHAILI)

A'laa, Yahya Ihsanul (2016) MA'NA AL-GHADHAB DAN RELEVANSINYA BAGI PENGENDALIAN DIRI DALAM AL-QURAN (STUDI ANALISIS TAFSIR MUNIR KARYA WAHHAB AL-ZUHAILI). Undergraduate thesis, STAIN Kudus.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (974kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (401kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (378kB)
[img] Text
4. BAB 1.pdf

Download (692kB)
[img] Text
5. BAB 2.pdf

Download (891kB)
[img] Text
6. BAB 3.pdf

Download (481kB)
[img] Text
7. BAB 4.pdf

Download (1MB)
[img] Text
8. BAB 5.pdf

Download (466kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (407kB)

Abstract

Dalam mencari kebenaran dan solusi kehidupan, seorang manusia memerlukan kesucian berpikir, sehingga apa yang diputuskan oleh akal pikiran tersebut merupakan langkah yang terbaik dalam hidupnya. Kesucian berpikir tersebut memerlukan keadaan yang tenang, sunyi dari kesibukan dan kebisingan, lepas dari pengaruh emosi dan hawa nafsu, sehingga pikiran dapat dihubungkan dengan Tuhan si pemberi cahaya kehidupan, dengan merenungi, dan memahami ayat-ayat yang telah disampaikanNya. Penelitian ini berisi penafsiran Wahbah az- Zuhaili tentang ma'na al-Ghadhab dalam Tafsir Al-Munîr fi Al-Aqīdah Wa Al- Syarī’ah Wa al-Manhaj. Dalam hal ini peneliti memfokuskan kepada penafsiran Wahbah az-Zuhaili tentang ayat-ayat marah pada surat al-Fatikhah-6, an-Nisa'-93, al-Maidah-60 dll. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis isi (menganalisis data menurut isinya) dan metode deskriptif analitik, yaitu dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Tujuannya untuk memberikan deskriptif mengenai subyek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok subyek yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesa. Dalam penelitian tentang marah ini, peneliti mengambil beberapa ayat sebagai dasar pijakan teori mengendalikan marah. Seperti contoh pada surat al- Fatikhah ayat 7 bahwa yang dimaksudkan dengan al-maghdlub adalah mereka yang menyimpang dari jalan yang lurus, menjauh dari rahmat Allah, dan mereka ini diadzab karena sebenarnya mereka mengetahui kebenaran tetapi meninggalkannya sementara al-Dlallun dikenakan kepada mereka yang tidak mengetahui kebenaran atau tidak mengetahui kecuali sedikit sekali, hasil penelitian menunjukkan, Wahbah az-Zuhaili menafsirkan ayat tersebut dalam konteks masyarakat yaitu pertama masyarakat jangan terbujuk dengan urusan duniawi dan jangan lupa dengan urusan ukhrawi. Namun dalam kondisi selain itu bersosial dengan masyarakat adalah lebih utama dengan menjaga hati agar selalu sabar dan selalu berada di jalan Allah. Kata Kunci: al-Ghadhab, Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an > Ma’ani Al-Qur’an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Al-Qur`an & Terjemahannya
Divisions: Jurusan Ushuluddin > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 04 Jun 2017 05:41
Last Modified: 04 Jun 2017 05:41
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/1154

Actions (login required)

View Item View Item