TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP OVERMACHT DALAM PERJANJIAN KERJA (STUDI KASUS DI PERUSAHAAN KAYU KURNIA JATI KUDUS)

Hasidah, Santi Noor (2014) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP OVERMACHT DALAM PERJANJIAN KERJA (STUDI KASUS DI PERUSAHAAN KAYU KURNIA JATI KUDUS). Undergraduate thesis, STAIN Kudus.

[img] Text
SKRIPSI SANTI NOOR HASIDAH_opt.pdf

Download (5MB)

Abstract

Dalam hukum Islam Overmacht ini diistilahkan dengan keadaan memaksa, barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya.Untuk itu diperlukan dalam perjanjian kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan, upaya penyelesaian dan tinjauan hukum Islam dalam perjanjian kerja di perusahaan kayu Kurnia Jati Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan metode pengambilan data berupa data primer dan data sekunder, dengan cara wawancara dan observasi, serta dengan cara membaca literatur kepustakaan, internet, media cetak mengenai overmacht dalam perjanjian kerja di perusahaan kayu Kurnia Jati Kudus. Dari hasil analisis bahwa pelaksanaan perjanjian kerja menggunakan sistem kerja borongan dalam pembangunan rumah tersebut pihak Perusahaan Kayu Kurnia Jati (Bapak munzaekan) terlambat memenuhi prestasinya dikarenakan oleh faktor yaitu karena adanya keadaan dari kenaikkan harga barang produksi yang disebabkan bahwa pemerintah secara tiba-tiba menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 20% , dengan kenaikan material tersebut, upah buruh pun ikut naik sehingga kontraktor mengalami pembengkakan biaya pembangunan rumah dan mengalami kerugian total. Sehingga mengakibatkan pihak yang memborongkan (Bapak Muhsin) ikut dalam penambahan dana. Upaya yang ditempuh perusahaan kayu kurnia jati untuk menyelesaikan overmacht berupa adanya pembengkakan biaya oleh pemerintah diakibatkan oleh pihak pemborong (perusahaan kayu Kurnia Jati) pada perjanjian kerja yaitu negosiasi atau perundingan/ musyawarah unsur perdamaian dengan pihak yang memborongkan (Bapak Muhsin) dan permintaan ganti rugi. Hal ini dilakukan untuk menjaga nama baik dan reputasi dari pihak pemborong (perusahaan kayu Kurnia Jati) dan pihak yang memborongkan itu sendiri di tengah masyarakat dan juga untuk menjaga kelangsungan proses kerjasama antara keduanya di masa yang akan datang.Mengenai resiko yang harus di tanggung dalam kejadian ini adalah ditanggung oleh pihak perusahaan kayu Kurnia Jati dan resiko yang harus ditanggung adalah resiko perbaikan bangunan rumah sampai terselesaikannya bangunan tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perjanjian Kerja; Overmacht; Perusahaan Kayu Kurnia Jati
Subjects: Fiqih > Mu`alamat
Fiqih > Mu`alamat > Perjanjian
Divisions: Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam > Prodi Ahwal Syakhsiyyah
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 22 Jul 2017 01:01
Last Modified: 22 Jul 2017 01:01
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/1597

Actions (login required)

View Item View Item