KEPATUHAN SYARI’AH DALAM AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUQAYYADAH (STUDI KASUS AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUQAYYADAH ANTARA DANA PENSIUN ANGKASA PURA II, BANK SYARI’AH MANDIRI, DAN PT. SARI INDO PRIMA)

PRIHANTONO, JATI (2017) KEPATUHAN SYARI’AH DALAM AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUQAYYADAH (STUDI KASUS AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH MUQAYYADAH ANTARA DANA PENSIUN ANGKASA PURA II, BANK SYARI’AH MANDIRI, DAN PT. SARI INDO PRIMA). Masters thesis, STAIN Kudus.

[img] Text
1. Cover.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2. Abstraksi.pdf

Download (2MB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR.pdf

Download (2MB)
[img] Text
4. Bab I.pdf

Download (2MB)
[img] Text
5. Bab II.pdf

Download (2MB)
[img] Text
6. Bab III.pdf

Download (2MB)
[img] Text
7. Bab IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
8. Bab V.pdf

Download (2MB)
[img] Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus akad pembiayaan mudharabah muqayyadah antara Dana Pensiun Angkasa Pura II, Bank Syari’ah Mandiri, dan PT. Sari Indo Prima. Permasalahan yang ditetapkan untuk dilakukan analisis yaitu: bagaimana kondisi pembiayaan akad mudharabah muqayyadah, bagaimana bentuk kepatuhan syari’ah (shari’a compliance) akad pembiayaan mudharabah muqayyadah, dan bagaimana penyelesaian pembiayaan macet akad pembiayaan mudharabah muqayyadah, terhadap dalam kasus yang telah ditetapkan. Akad pembiayaan Mudharabah Muqayyadah memposisikan Bank Syari’ah sebagai fasilitator/arranger/booking office, seharusnya Bank Syari’ah tidak bertanggungjawab terhadap kerugian ketika terjadi pembiayaan macet. Akan tetapi dalam kasus yang diteliti berbeda, Bank Syari’ah dihukum turut bertanggung jawab bersam-sama mudharib untk membayar ganti kerugian shahib al-mal atas pokok modal usaha yang telah dikeluarkan dan bagi hasilnya. Untuk memecahkan permasalahan diatas dilakukan penelitian kualitatif dengan analisa data deskriptif analitis berdasarkan studi kasus sebagaimana disebutkan diatas. Data yang digunakan berasal dari; pertama, data primer berasal dari wawancara narasumber di Bank Syari’ah Mandiri, Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) Majelis Ulama’ Indonesia (MUI), dan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Kedua, data sekunder berupa data laporan manajemen tahunan Bank Syariah Mandiri, bahan hukum primer berupa perundang-undangan terkait Perbankan Syari’ah dan Kepatuhan Syari’ah, Putusan Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) No. 15/Tahun 2007/BASYARNAS/Ka.Jak tanggal 21 Agustus 2008 dan akad pembiayaan mudharabah muqayyadah Nomor 108 tanggal 28 Januari 2004 dibuat dihadapan Notaris Slamet Suryono Hadi S. S.H. di Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan ketika Bank Syari’ah Mandiri dalam akad pembiayaan Mudharabah Muqayyadah tidak sesuai dengan prisnip-prinsip syari’ah. Kemudian Shahib al-mal mengajukan penyelesaian di Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (Basyarnas) Majelis Ulama’ Indonesia (MUI), diputuskan telah terjadi pelanggaran prinsip-prinsip syari’ah dalam akad sehingga akad dinyatakan batal demi hukum. Bank Syari’ah Mandiri juga diputuskan turut bertanggungjawab bersama-sama dengan Mudharib untuk membayar ganti kerugian terhadap Shahib al-mal pokok modal usaha yang telah dikeluarkan dan bagi hasilnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kepatuhan Syari’ah; Akad Pembiayaan Mudharabah Muqayyadah
Subjects: Fiqih > Mu`alamat
Fiqih > Mu`alamat > Syarikah > Mudharabah
Fiqih > Mu`alamat > Bank, termasuk Baitul Mal wat Tamwil
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 30 Apr 2018 03:45
Last Modified: 30 Apr 2018 03:45
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/2109

Actions (login required)

View Item View Item