Paradigma Perubahan, Menuju Revitalisasi Pendidikan & Sosial Keagamaan

Karim, Abdul (2017) Paradigma Perubahan, Menuju Revitalisasi Pendidikan & Sosial Keagamaan. Kataba Group, Pati. ISBN 978-602-50213-0-5

[img] Text
3. Buku - Paradigma Perubahan (uk. 16 x 23).pdf

Download (1MB)

Abstract

Hukum alam (sunnatullah) kehidupan ini yang ajeg adalah perubahan. Karena itu, jika seseorang, suatu bangsa, atau negara ingin tetap eksis, maka tidak ada pilihan lain, kecuali ia harus memiliki kompetensi dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk mampu memenej perubahan itu sendiri. Karena itu, pendidikan sebagai bagian dari ikhtiar manusia menampung dan memahami ilmu Allah, tentu sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing-masing, harus selalu direvitalisasi. Revitalisasi secara terus menerus dan berkelanjutan (sustainable) terhadap lembaga pendidikan, agar tujuan dan keluaran pendidikan (learning output dan learning outcome) dapat memenuhi harapan, yakni terbentuknya insaninsan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kompetensi keilmuan dan keterampilan, dan keunggulan kompetitif, dan siap berkompetisi di pentas global. Buku yang berjudul “Paradigma Perubahan : Menuju Revitalisasi Pendidikan dan Sosial Keagamaan” yang ditulis oleh kolega dan kawan saya Dr. H. Abdul Karim, M.Pd. ini, mencoba menawarkan gagasan itu. Tampaknya, perubahan menurut penulis buku ini, sangat terkait dengan paradigma dan kerangka pemikiran seseorang, di dalam menjawab berbagai perubahan. Buku yang tampaknya, lebih tepat disebut “bunga rampai”, karena lebih merupakan kompilasi dari berbagaii tulisan yang berasal dari makalah-makalah yang dibahas dalam seminar, diskusi, dan lain-lain, maka tentu sistematisasinya berbeda dengan buku daras untuk para mahasiswa. Coverage isi dan isu yang diusung dalam buku ini pun mencakup berbagai hal, mulai dari isu agama, nasionalisme dan kebudayaan, geliat Nahdlatul Ulama, politik sebagai etika sosial, pengembagan sumber daya manusia, pengembangan sumber daya manusia dalam perspektif Isam, membangun budaya literasi dan berfikir kritis, gender dan konsep keluarga bahagia, dan revitalisasi pendidikan dan pesantren. Para Ulama merumuskan kaidah yang sangat terkenal “al-Islamu shalihun likulli al-zaman wa al-makan” artinya “Islam itu senantiasa serasi dengan setiap waktu dan tempat”. Tentu ini membutuhkan kerja dan kinerja intelektual yang selalu responsif dan paradigmatik, agar masyarakat tidak kehilangan atau mengalami kekosongan panduan hukum. Perubahan yang merupakan sunnatullah, dan akan terus terjadi seiring dengan keberadaan dunia ini, maka para Ulama pun memberikan guideline, dengan kaidah “al-Muhafadhatu ala al-Qadimil al Sholih Wa alAkhdzu bi al-Jadidi al-ashlah” artinya “memelihara (nilai-nilai) lama yang baik dan mengambil (nilai-nilai) baru yang lebih baik”. Selamat membaca buku ini, semoga Anda mendapatkan tambahan “amunisi” atau “vitamin” dalam menjalani, memenej perubahan, dan sekaligus mengupayakan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, agar setiap perubahan yang terjadi di dunia ini, masih terus berada dalam “genggaman” dan “kendali” Anda, dan tidak menjadi jebakan yang dapat “merobohkan” mimpi dan obsesi Anda sebagai pemikir dan pembaharu di negeri ini, sesuai dengan kapasitas dan kompetensi Anda masing-masing. Allah a‟lam bi al-shawab.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Revitalisasi Pendidikan; Sosial Keagamaan
Subjects: Sosial > Pendidikan
Divisions: Karya Ilmiah > Buku
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 26 Sep 2018 08:13
Last Modified: 26 Sep 2018 08:13
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/2133

Actions (login required)

View Item View Item