KONSEP ADIL DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF AL-SYAUKĀNĪ DALAM TAFSIR FATḤ AL-QADĪR AL-JĀMI’ BAINA FANNAI AL-RIWĀYAH WA AL-DIRĀYAH

Abdurrohman, Muhammad (2017) KONSEP ADIL DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF AL-SYAUKĀNĪ DALAM TAFSIR FATḤ AL-QADĪR AL-JĀMI’ BAINA FANNAI AL-RIWĀYAH WA AL-DIRĀYAH. Undergraduate thesis, STAIN KUDUS.

[img] Text
FILE 1 COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 2 ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 3 DAFTAR ISI.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 4 BAB I.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 5 BAB II.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 6 BAB III.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 7 BAB IV.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 8 BAB V.pdf

Download (2MB)
[img] Text
FILE 9 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Untuk menjawab masalah tersebut digunakan penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif berpendekatan kualitatif. Sumber data primernya al-Qur’an surat al-Nisā` ayat 3 dan 129, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi sedangkan analisis data dengan cara reduksi data, klasifikasi data, display data, dan proses interpretasi. Adapun hasil penelitian ini menyatakan bahwa al-Syaukānī bernama lengkap Muḥammad ibn ‘Ali ibn Muḥammad ibn ‘Abdullāh ibn al-Hasan. Imam besar ini dilahirkan pada siang hari Senin tanggal 28 bulan Dzu al-Qa‘dah tahun 1173 H/1759 M. Ia dikenal dengan sebutan al-Syaukānī karena dinisbatkan kepada Syaukan, nama suatu desa yang berada di al-Suḥamiyah Yaman. Wafat saat menjadi hakim di Shan'a pada bulan Jumadil Akhir tahun 1250 Hijriyyah/1834 Miladiyyah pada umur 76 tahun. Ia dimakamkan di Shan’a. Kitab tafsir ini terdiri dari 5 (lima) jilid dengan sistematika muṣḥafī yang mencakup surat al-Fātiḥah sampai surat al-Nās, ditulis selama 6 tahun, mulai tahun 1223 sampai tahun 1229 H. Al-Syaukānī membolehkan poligami dengan persyaratan tertentu, yaitu adil yang mungkin dilakukan oleh suami dalam memenuhi kebutuhan istri-istrinya berupa pakaian, makanan, tempat tinggal, giliran, bepergian dan lain-lain. Sedangkan adil pada sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukannya seperti cinta dan kasih sayang maka suami tidak wajib menyamakan terhadap beberapa istrinya. Kalau tidak bisa berlaku adil maka al-Syaukānī melarang melakukan poligami. Di sinilah menurut peneliti walaupun boleh poligami dengan segala ketentuan dan persyaratan, dan kecenderungan suami tidak dapat berlaku adil, maka perlu adanya pertimbangan dengan seksama. Faktor yang mempengaruhi al-Syaukānī dalam penafsirannya adalah latar belakang pendidikannya dengan belajar berbagai disiplin ilmu dari beberapa guru. Al-Syaukānī juga didukung oleh lingkungan di negeri Yaman yang baik pada zamannya, dia jadi seorang hakim maka penafsirannya lebih condong ke tafsir ahkam. Karena al-Syaukānī seorang ahli filsafat maka dia mengkonvergensi kedua jenis penafsiran yaitu al-riwāyah dan al-dirāyah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: al-Syaukānī, Fatḥ al-Qadīr, adil, poligami
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an > Ilmu Tafsir
Divisions: Jurusan Ushuluddin > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 10 May 2019 07:16
Last Modified: 10 May 2019 07:16
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/2561

Actions (login required)

View Item View Item