PENGASUHAN ANAK YATIM QS. AL-BAQARAH AYAT 220 DALAM TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN FI TAKWIL AL-QUR’AN KARYA AL-THABARI

Ikhsan, Mualif (2015) PENGASUHAN ANAK YATIM QS. AL-BAQARAH AYAT 220 DALAM TAFSIR JAMI’ AL-BAYAN FI TAKWIL AL-QUR’AN KARYA AL-THABARI. Undergraduate thesis, STAIN Kudus.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (2MB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (2MB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (3MB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (2MB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (3MB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (2MB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai beberapa masalah tentang bagaimana penafsiran al- Thabari tentang Pengasuhan Anak Yatim dalam Tafsir Jami’ al-Bayan fi Takwil al-Qur’an yang terdapat dalam QS. al-Baqarah Ayat 220, dan Bagaimana kontribusi QS. Al-Baqarah ayat 220 bagi managemen pengasuhan anak yatim. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai masalah di atas peneliti mengunakan jenis penelitian kepustakaan, yang bersifat diskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang peneliti ambil dari Jami’ al-Bayan fi Takwil al-Qur’an. Pengumpulan data peneliti mengunakan metode dokumentasi. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan alur berfikir deduktif. Penelitian ini berkesimpulan bahwa dalam menafsirkan QS. al-Baqarah Ayat 220, al-Thabari menafsirkan supaya tidak mencampuradukkan harta-harta anak yatim dengan harta-harta wali yatim dengan tujuan mengambil keuntungan pribadi tetapi jika terpaksa menggunakannya maka harus menggantinya. Mereka harus diperlakukan sebagaimana saudara sendiri dan mengurusi urusan mereka, memberi pendidikan yang terbaik dan tidak boleh diperlakukan secara buruk serta kasar. Mengasuh anak yatim ini penting karena mereka membutuhkan saudara dan dukungan sejak mereka ditinggal orang tuanya. Menurut al-Thabari bahwa ayat tersebut memberikan pelajaran pada semua orang muslim selaku orang yang bertanggung jawab terhadap anak yatim agar benar-benar menjaga menjaga anak yatim sampai kepada masalah harta yang ditinggalkan kepadanya, yaitu dengan jalan tidak menggunakan harta mereka untuk kepentingan pribadi kita semata dan juga ikut menjaga hak-haknya sebagaimana layaknya hak seorang anak. Sehingga anak yatim tidak terbengkalai dan teraniaya. Konsep pemikiran al-Thabari ini jelas sekali memberikan gambaran betapa pentingnya mengurus harta anak yatim dengan benar, dimana harta tersebut merupakan hak mereka, harta merupakan salah satu hal yang paling fundamental bagi masa depan mereka yang pada akhirnya dengan harta tersebut nanti dapat digunakan untuk kemaslahatan mereka di masa depan. Jika memakan harta mereka dengan sewenang-wenang berarti telah mengambil dan menganiaya hak mereka yang merupakan modal mereka di masa depan nanti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Anak Yatim; QS. Al-Baqarah 220; Tafsir Jami’ al-Bayan fi Takwil al-Qur’an
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Divisions: Jurusan Ushuluddin > Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Amd Yuyun Yuyun
Date Deposited: 18 Feb 2017 04:52
Last Modified: 18 Feb 2017 04:52
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/660

Actions (login required)

View Item View Item