STRATEGI PENGEMBANGAN MATERI DAKWAH TOKOH AGAMA DI DESA LORAM WETAN (TINJAUAN PSIKOLOGIS MAD’U)

Farida, Farida (2012) STRATEGI PENGEMBANGAN MATERI DAKWAH TOKOH AGAMA DI DESA LORAM WETAN (TINJAUAN PSIKOLOGIS MAD’U). UPPI STAIN Kudus.

[img] Text
cover 2012.pdf

Download (274kB)
[img] Text
Lapen 2012.pdf

Download (1MB)
[img] Text
proposal 2012Final.pdf

Download (305kB)
[img] Text
Resume Pen.pdf

Download (410kB)

Abstract

Kenyataan-kenyataan negatif banyak juga dijumpai dalam beberapa komunitas Islam dengan berbagai permasalahan yang berbeda, antara lain: bom bunuh diri, korupsi, perselingkuhan, pertikaian dan permusuhan, pencurian dan perampokan, perjudian, berpakaian yang tidak menutup aurat, tidak melaksanakan salat (rukun Islam) dan lain-lain. Maka diperlukan strategi pengembangan materi dakwah dalam melakukan dakwah Islam dengan mempertimbangkan kondisi dan jenis permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai mad’u. Menyeru kepada kebaikan (berkaitan dengan materi dakwah: keimanan, hukum Islam, mu’amalah dan akhlak) menjadi tugas semua manusia, karena dalam kehidupan sosial keagamaan sesama hamba Allah harus senantiasa amar ma’ruf nahi munkar, meskipun ada juru dakwah atau tokoh agama di setiap masyarakat. Disebut tokoh karena memiliki pemahaman agama yang lebih dan bisa menjadi teladan yang baik bagi anggota masyarakat. Karena kondisi psikologis mad’u yang beragam maka diperlukan cara-cara yang bervariasi dalam menyampaikan materi dakwah, dan seorang tokoh agama dituntut untuk mengembangkan materi dakwah sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dialami oleh mad’u. Masyarakat desa Loram Wetan mayoritas beragama Islam dan banyak kegiatan keagamaan baik yang vertikal maupun horizontal. Kegiatan beribadah dapat dilihat dari jumlah masyarakat yang sadar salat berjamaah, meramaikan masjid dengan pengajian setiap malam rabu, tarawih dan tadarus di bulan Ramadhan dan lain-lain. Dan contoh kegiatan mu’amalah adalah kegiatan santunan anak yatim piatu, kotak amal untuk panti asuhan, penjadwalan kerja bakti, gotong royong membangun rumah anggota masyarakat yang tidak mampu dan lain-lain. Dengan memahami kondisi masyarakat desa Loram Wetan sebagai obyek dakwah atau mad’u (baik cara berpikir, kemampuan memahami, sikap dan prilaku) diharapkan tujuan dari penyampaian materi dakwah dapat terwujud, yaitu pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama Islam berdasar Al Qur’an dan Hadits. Karena jaminan bagi umat Islam yang mau beribadah (hablum minallah) dan baik dalam bermu’amalah (hablum minan nas) adalah selamat dan bahagia dunia akhirat. Dan untuk menumbuhkan semangat mad’u tentang Islam maka sangat penting adanya strategi pengembangan materi dakwah tokoh agama di desa Loram Wetan. Sehingga hasil penelitian ini bertujuan menemukan berbagai strategi pengembangan materi dakwah para tokoh agama yang senantiasa mempertimbangkan kondisi mad’u/masyarakat desa Loram Wetan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa masyarakat sudah paham agama namun beragam perilaku beragamanya (karena ada yang awam/nasional dan yang priyayi). Materi dakwah disampaikan sesuai dengan contoh nyata yang ada di masyarakat. Sedangkan strategi yang sering digunakan adalah mauidhoh hasanah, sehingga para tokoh agama mengupayakan agar ceramah tidak membosankan maka member kesempatan untuk bertanya. Dan kemajuan keberagamaan masyarakat Loram Wetan merupakan peran serta dari semua pihak, tokoh agama dengan kemampuan meluruskan akidah dan Kades dengan memberikan dukungan kesempatan. Karena satu tujuan dari semua warga adalah terwujudnya desa Loram Wetan yang aman, damai dan sejahtera.

Item Type: Other
Subjects: Agama
Islam (Umum) > Islam dan Bidang Lainnya
Divisions: Karya Ilmiah > Laporan Penelitian
Depositing User: UPPI STAIN Kudus
Date Deposited: 02 Mar 2017 02:38
Last Modified: 02 Mar 2017 02:38
URI: http://eprints.stainkudus.ac.id/id/eprint/742

Actions (login required)

View Item View Item